Ayah saya sering menulis tentang kebudayaan Batak...
Bukan bermaksud membangun tonggak sukuisme, tapi setidaknya kekayaan budaya nasional menjadi sebuat aset yang perlu kita lestarikan...
Salah satunya adalah tentang suku Batak, yang menurut mitologinya merupakan keturunan dari si Raja Batak...
Blog berikut saya kutib dari salah satu bab tulisan ayah saya bertajuk Legenda Batak:
Pada Mulanya Mulajadi menciptakan langit dan penghuni langit. Kemudian Mulajadi menciptakan ciptaan yang lain .Dia mengutus putrinya Si Boru Deak Parujar menciptakan bumi dari segumpal tanah atau sampohul tano. Pada saat Si Boru Parujar menjalankan tugasnya , dia mendapat tantangan berat dari Siraja Padoha. Si Raja Padoha adalah penguasa kegelapan , penghulu setan .Si Raja Padoha selalu mengganggunya untuk menjalankan tugasnya itu . Agar pekerjaan itu dapat berlanjut dengan lancar , maka Si Raja Padoha diikat di banua toru . Setelah pengganggu itu disingkirkan barulah Si Boru Parujar berhasil menciptakan bumi.. Setelah Dia menciptakan bumi kemudian dia menciptakan sebuah tempat tinggal tempat yang peling indah di muka bumi yaitu yang disebut Si Anjur Mula –mula .
Setelah semuanya telah beres Mulajadi menciptakan manusia . Agar manusia itu segambar dengan Mulajadi . Maka Dia mempertunangkan Putra Mulajadi yang disebut dengan Debata yang bernama Si Raja Odap-odap dengan putri Mulajadi yang disebut Si Boru Deak Parujar yang ditugaskan untuk menciptakan bumi
Sesudah si Boru Parujar selesai menyelesaikan pekerjaannya , Mulajadi Nabolon mengutus PutraNya Si Raja Odap-odap untuk turun ke bumi dan mengawini Si Boru Parujar agar terciptalah manusia .Mereka kawin sesuai dengan titah Mulajadi . Mereka ditempatkan di Sianjur Mula-mula . Sianju mula-mula adalah tempat yang pertama dihuni oleh manusia . Itulah sebabnya disebut Sianjur mula-mula Sianjur mula tompa .
Dari hasil perkawinan mereka lahirlah manusia yang secitra dengan Mulajadi . Dengan perkawinan mereka itu lahirlah manusia kembar . Seorang laki-laki dan seorang perempuan . Yang laki-laki bernama SiRaja Ihat manisia dan itulah yang dinamai Si Raja Batak . Siperempuan bernama Si Boru ihat manisia .Mereka diciptakan kembar untuk menjadi suami istri . Mereka adalah inkarnasi Mulajadi yang menjadi manusia .
Si Raja Ihat Manisia dan Si Boru Ihat manisia adalah hasil perkawinan penghuni kayangan .Yang mendapat citra Mulajadi . Raja Ihatmanisia dan Si Boru Ihatmanisia adalah manusia yang diturunkan dari kayangan . Maka mereka dinamai Tantan Debata yang artinya yang diturunkan oleh Allah .
Setelah tugas itu selesai , Si Raja Odap-odap dan Siboru Parujar dijemput oleh Mulajadi kembali ke kayang .
Raja Ihat manisia dan SiBoru ihat manisia berumah tangga , Mereka mempunyai dua orang anak . Yang paling Sulung diberi nama Si Raja Tatea Bulan dan yang bungsu diberi nama Si Raja Isumbaon .
Sesudah SiRaja Ihat Manisai dan Si Boru Ihat Manisia berusia lanjut , mereka bemohon kepada Mulajadi Nabolon agar mereka dapat diterima kembali kekayangan . Mulajadi mengabulkan permohonan itu . Namun sebelum mereka dijemput oleh Mulajadi dan rombongan penghuni kayangan ,Raja Ihat Manisia bermohon kepada Mulajadi agar memberikan petunjuk kepadanya apa harta yang berharga untuk diberi kepada anaknya Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon .Mereka akan memberi harta yang paling berharga kepada kedua anaknya selain membagi tanah dan harta warisan yang jasmani .Mereka ingin kedua anaknya hidup rukun dan damai dan dalam lindungan Mulajadi .Maka Mulajadi menurunkan dua ikat pustaha yang disebut pustaha holing dan pustaha tumbaga .SiRaja Ihat Manisia membagi pustaha itu satu untuk Guru Tatea Bulan dan satu untuk Raja isumbaon . Pustaha holing berisikan ajaran keagamaan dan Pustaha Tumbaga berisikan tentang kerajaan .Semua tentang hidup manusia telah diatur dalam pustaha itu .
Setelah semuanya diatur dengan baik , maka Mulajadi dengan rombongannya turun ke bumi untuk menjemput Si Raja ihat Manisia dan Si Boru Ihat Manisia kembali ke kayangan .Setelah Mulajadi tiba dibumi maka SiRaja Ihat Manisia dan Si Boru ihat Manisia membuat pesta besar . Mulajadi membuat perjanjian dengan Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon agar mereka selalu diberkat oleh Mulajadi , maka mereka harus selalu memberikan kurban kepada Mulajadi . Itulah cara Manusia berkomunikasi dengan Mulajadi .
Setelah semuanya telah selesai , Mulajadi dengan rombongan bersama Si Raja ihat manisia dan Si Boru ihat Manisia kembali kekayangan .
Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon hidup dengan damai dan tenteram menjalankan hukum Mulajadi itu .
Guru Tatea Bulan mempunyai 5 orang anaklaki-laki yaitu:
1. Si Raja Bak-biak
2. Tuan Saribu Raja
3. Limbong Mulana
4. Sagala Raja
5. Malau Raja,
4 orang perempuan yaitu
1. SiBoru Biding Laut
2. Boru Pereme
3. Si Boru Anting-anting sabungan
4. Nantinjo .
Raja Isumbaon mempunyai 3 orang anak yaitu
1. Sorba Dijulu mempunyai anak 1 orang yang benama Ompu Sindar Mataniari atau Raja Nai Ambaton .
2. Sorba Dijae mempunyai 1 anaknya yaitu Raja Mangarerak .
3. Sorba dibanua mempunyai 8 anak yaitu : 1. SiBagotni Pohan 2 . Si Paet Tua . 3 .Silahisabungan .4.Si Raja Oloan .5. Si Huta Lima .6 . . Si Raja Sumba II . 7 . Toga Sobu .8.Nai Pospos .
Dari turunan diatas berkembanglah keturunan Raja Batak hingga keseluruh dunia desa na ualu .Itulah sejarah Si raja Batak .
tubuhnya terhempit, kepalanya remuk.. sayapnya patah, tak bisa terbang.. tak bisa tunjukkan, indah dirinya..
Senin, 29 Desember 2008
Meja Judi dan Operasi Kulit
Jakarta, Maret 2008... Hujan deras menerpa, becek, sekitar tanjung priok tergenang... kulinting celanaku ketika menuju kantor...
Katanya, Kau mendengar gerutunya setiap
pagi!
Akh, sudahlah....! Ini juga masih
terlalu pagi untuk mulai menggerutu lagi!
Seperti naskah yang pernah ditulis
seorang teman:
“Sementara masjid dan gereja terus saja
melantunkan kotbahnya, kau masih saja
percaya pada keentahan yang purba?”
Lalu apa itu keentahan yang purba? Jika
sang entah itu sudah ada sejak zaman
purba berarti kini dia sudah tinggal
fosil, lalu kenapa masih percaya padanya.
Secara tak sadar aku menelusuri hidup
dengan penuh keentahan, ya aku mengikuti
si fosil yang telah tak populer lagi
ditelan zaman... dikalahkan oleh suara
toa dan microphone di masjid dan gereja!
Padahal tanpa disadari banyak diantara
mereka juga ikut dalam ekspedisi sang entah.
Sebuah perjalanan penuh tanda tanya bukan?
Huhhhfff... masih saja menggerutu lagi!
Tapi dunia sungguh menjadi aneh saat ini.
Dimana-mana ada perlombaan, dimana-mana
ada kompetisi...ya dimana-mana ada
persaingan!
Di rumah, di sekolah, di kampus, di
kantor, di jalanan, di pasar, apalagi di
meja perjudian yang juga kita pakai
untuk makan dan belajar...
Kata teman: “untuk menjadi cantik di
dunia kompetisi sekarang ini, sebenarnya
anda tidak perlu harus ke salon mengecat
wajah anda, mencatok rambut dan
bulu-bulu lainnya (maksudku alis dan
bulu mata). Karena anda cukup
mengoleskan wajah saingan anda dengan
kotoran, maka anda akan jadi yang lebih
cantik dari saingan anda!”
Mungkin benar! Aku harus mengurungkan
niatku untuk operasi kulit!
Hahahahaha.......
Katanya, Kau mendengar gerutunya setiap
pagi!
Akh, sudahlah....! Ini juga masih
terlalu pagi untuk mulai menggerutu lagi!
Seperti naskah yang pernah ditulis
seorang teman:
“Sementara masjid dan gereja terus saja
melantunkan kotbahnya, kau masih saja
percaya pada keentahan yang purba?”
Lalu apa itu keentahan yang purba? Jika
sang entah itu sudah ada sejak zaman
purba berarti kini dia sudah tinggal
fosil, lalu kenapa masih percaya padanya.
Secara tak sadar aku menelusuri hidup
dengan penuh keentahan, ya aku mengikuti
si fosil yang telah tak populer lagi
ditelan zaman... dikalahkan oleh suara
toa dan microphone di masjid dan gereja!
Padahal tanpa disadari banyak diantara
mereka juga ikut dalam ekspedisi sang entah.
Sebuah perjalanan penuh tanda tanya bukan?
Huhhhfff... masih saja menggerutu lagi!
Tapi dunia sungguh menjadi aneh saat ini.
Dimana-mana ada perlombaan, dimana-mana
ada kompetisi...ya dimana-mana ada
persaingan!
Di rumah, di sekolah, di kampus, di
kantor, di jalanan, di pasar, apalagi di
meja perjudian yang juga kita pakai
untuk makan dan belajar...
Kata teman: “untuk menjadi cantik di
dunia kompetisi sekarang ini, sebenarnya
anda tidak perlu harus ke salon mengecat
wajah anda, mencatok rambut dan
bulu-bulu lainnya (maksudku alis dan
bulu mata). Karena anda cukup
mengoleskan wajah saingan anda dengan
kotoran, maka anda akan jadi yang lebih
cantik dari saingan anda!”
Mungkin benar! Aku harus mengurungkan
niatku untuk operasi kulit!
Hahahahaha.......
Mimpi Tentang Pagi
Filosofi kupu-kupu sebagai klimaks kebahagiaan dari sebuah metamorfosis sempurna, seringkali digunakan untuk menggambarkan perjalanan hidup dari tidak terpandang menjadi terpandang, dari si buruk rupa menjadi sesuatu yang elok, dari keterbelakangan menjadi yang terdepan.
Lalu, bagaimana jika kupu-kupu yang menjadi simbol keindahan itu malah terselimut oleh kabut gelap, sehingga mata kita tak mampu memandangnya sebagai satu sosok yang mencolok di antara warna-warni kehidupan? Atau bahkan, jika kupu-kupu itu terjepit, hingga tak bisa terbang kian kemari menunjukkan keindahannya di mata dunia...
KUPU-KUPU TERINJAK SEPATU, TUBUHNYA TERHEMPIT...
KEPALANYA REMUK, SAYAPNYA PATAH, TAK BISA TERBANG...
TAK MAMPU TUNJUKKAN INDAH DIRINYA...
KUPU-KUPU TERINJAK SEPATU, DERITA SAKITNYA SEPERTI AKU...
DISALAHKAN, DAN DISINGKIRKAN
DILUDAHI, DAN DIBENCI...
AIR MATA MENGALIRLAH SUDAH, TERTIMPA BEBAN SUNGGUH
TIADA TARA..
DI PINTU-MU AKU MENGADU... TOLONG HENTIKAN S'GALA DERITAKU!
Sebuah syair lagu yang saya ciptakan untuk pementasan Teater BUIH tahun 2004 menggambarkan suasana ketertindasan dan keterkekangan yang teramat hingga tak mampu bangkit...
Fenomena ketertindasan sungguh ramai terdengar dari sejak dunia mulai beralih pada musim kompetisi.. musim persaingan..
Ketika manusia mulai berusaha menjadikan alam sebagai lawan yang harus ditundukkan, mulai keserakahan menjadi pemicu pertarungan manusia dengan manusia... ketika si kuat menindas si lemah... exploitation de lhome par lhome...
Fenomena ketertindasan memang menjadi topik yang asyik dijadikan lauk pauk percakapan kita di meja makan. Itulah yang coba saya angkat menjadi inspirasi dalam menulis blog-blog saya ke depannya...
Blog yang berisikan mimpi-mimpi kita untuk keluar dari ketertindasan itu..
Mimpi si kurus, si miskin, si penakut, si bodoh, si budak, si orang yang terkesampingkan...
Selamat membaca!
Lalu, bagaimana jika kupu-kupu yang menjadi simbol keindahan itu malah terselimut oleh kabut gelap, sehingga mata kita tak mampu memandangnya sebagai satu sosok yang mencolok di antara warna-warni kehidupan? Atau bahkan, jika kupu-kupu itu terjepit, hingga tak bisa terbang kian kemari menunjukkan keindahannya di mata dunia...
KUPU-KUPU TERINJAK SEPATU, TUBUHNYA TERHEMPIT...
KEPALANYA REMUK, SAYAPNYA PATAH, TAK BISA TERBANG...
TAK MAMPU TUNJUKKAN INDAH DIRINYA...
KUPU-KUPU TERINJAK SEPATU, DERITA SAKITNYA SEPERTI AKU...
DISALAHKAN, DAN DISINGKIRKAN
DILUDAHI, DAN DIBENCI...
AIR MATA MENGALIRLAH SUDAH, TERTIMPA BEBAN SUNGGUH
TIADA TARA..
DI PINTU-MU AKU MENGADU... TOLONG HENTIKAN S'GALA DERITAKU!
Sebuah syair lagu yang saya ciptakan untuk pementasan Teater BUIH tahun 2004 menggambarkan suasana ketertindasan dan keterkekangan yang teramat hingga tak mampu bangkit...
Fenomena ketertindasan sungguh ramai terdengar dari sejak dunia mulai beralih pada musim kompetisi.. musim persaingan..
Ketika manusia mulai berusaha menjadikan alam sebagai lawan yang harus ditundukkan, mulai keserakahan menjadi pemicu pertarungan manusia dengan manusia... ketika si kuat menindas si lemah... exploitation de lhome par lhome...
Fenomena ketertindasan memang menjadi topik yang asyik dijadikan lauk pauk percakapan kita di meja makan. Itulah yang coba saya angkat menjadi inspirasi dalam menulis blog-blog saya ke depannya...
Blog yang berisikan mimpi-mimpi kita untuk keluar dari ketertindasan itu..
Mimpi si kurus, si miskin, si penakut, si bodoh, si budak, si orang yang terkesampingkan...
Selamat membaca!
Langganan:
Postingan (Atom)